Keindahan Alam Nusa Tenggara Timur

Pesona keindahan alam Nusa Tenggara Timur yang masih alami  kini semakin mencuri perhatian para wisatawan, terutama wisatawan asing untk berkunjung. Pemerintahpun juga semakin giat membenahi fasilitas pendukung dan juga mempromosikan pariwisata yang ada di Nusa Tenggara Timur

Untuk Libuean kali ini tidak ada salahnya  memilih provini Nusa Tenggara Timur untuk berwisata sendiri maupun bersama keluarga atau kerabat. Dan apa saja yang dapat menjadi tekomendasi tempat wisatanya? Yuk simak ulasannya.

1. Pulau Komodo

keindahan alam Nusa Tenggara Timur

Nama tempat wisata alam di Nusa Tengara Timur yang satu ini tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Ya, sesuai namanya, di pulau ini terdapat Taman Nasional untuk melindungi satwa asli khas NTT, Komodo.

Di Pulau Komodo ini, pengunjung akan mendapatkan pengalaman seperti  bersafari melihat  kehidupan sang kadal raksasa purba ini dari dekat. Pengunjungpun juga bisa memberi makan hewan ini, namun tetap harus wapada dan berhati-hati dangan sampai terkena air liur ataupun diserang

Selain Komodo, pulau ini juga menjadi tempat bagi beberapa jenis flora eksotis khas NTT seperti kayu sepang dan nitak ini.

Pada tahun 1991 Pulau Komodo ditetapkan sebagai situs warisan dunia Unesco. Pulau Komodo kini semakin dikenal masyarakat dunia setelah dinobatkan menjadi finalis “The New Seven Wonders” atau tujuh keajaiban dunia yang baru.

Untuk memasuki Taman Nasional Pulau komodo ini, wisatawan lokal dikenai tiket masuk seharga 5.000 sampai 7.500 rupiah per orangnya. Sedangkan untuk Wisatawan asing harga tiket masuknya adalah sebesar 150.000 sampai 225.000 rupiah per orangnya.

Baca Juga : Berwisata Ke Negeri Di atas Awan Dieng

2. Danau Kelimutu

keindahan alam Nusa Tenggara Timur

Salah satu keindahan alam Nusa Tenggara Timur yang sayang untuk dilewatkan adalah danau kelimutu. Danau yang ada di gunung kelimutu terbilang menarik karena terdapat tiga danau dengan warna yang berbeda dan selalu berubah-ubah.

Penduduk setenpat meyakini jika warna air di danau yang jika ketiganya ditotal luasnya mencapai 1,051.000 meter tersebut memiliki artinya masing-masing. Danau yang berwana biru atau biasa disebut Tiwu Nuwa Muri Koo Fai.melambangkan tempat berkumpulnya jiwa orang muda yang meninggal.

Danau yang berwarna merah atau “Tiwu Ata Polo” diyakini sebagai tempat berkumpulnya arwah yang semasa hidupnya selalu melakukan kejahatan telung. Sedangkan danau yang berwarna putih atau “Tiwu Ata Mbupu” merpakan tempat bekumpulnya arwah orang tua-tua yang sudah meninggal.

Seringi perkembangan waktu dan juga beberapa faktor lainnya danau tersebut bisa berubah warna. Penduduk setempat meyakini jika air tersebut berubah warna maka harus diberika sesajen ayai persembahan untuk menghindari terjadi bencana di kemudian hari.

Untuk menuju lokasi Gunung Kelimutu tempat danau ini berada, pengunjung bisa menggunakan kendaraan sampai ke Ende, Flores. Setelah itu dilanjutkan dengan perjalanan ke desa Moni sebagai titik awal pendakian ke gunung Kelimutu.

Pendakian ini terbilang cukup melelahhkan dan butuh kewaspadaan karena jalurnya yang curam dan udaranya yang semakin ke atas semakin menipis. Namun pendakian yang meleahkan ini akan terbayarkan ketika sudah sampai di puncak akan terlihat keindahan danau kelimutu ini dan panorama lainnya.

Harga tiket masuk objek wisata danau kelimutu ini adalah sebesar 3.000 sampai dengan 5.000 rupiah per orangnya. Sedangkan untuk turis asing dikenakan biaya masuk sekitar 150.000 rupiah per orangnya.

3. Pantai Nihiwatu, Sumba

keindahan alam Nusa Tenggara Timur

Pesona keindahan alam Nusa Tenggara Timur yang ada di pantai ini menjadikannya sebagai sebuah surga kecil yang ada si Sumba. Pantai ini menempati peringkat ke 17 dari 100 pantai terbaik yang ada di dunia dan menjadi satu-satunya pantai dari asia.

Pantai nihiwatu ini memang mempunyai panorama yang dapat menghipnotis siapapun yang akan datang kesana. Kecantikan dari pantai nihiwatu ini juga masih terbilang alami karena masih sedikit wisatawan yang datang ke tempat ini.

Pemandangan Pantai Nihiwatu ini ketika sunset atau matahari terbenam menjadi salah satu pemandangan sunset yang paling cantik dan eksotis. Hal lainnya yang menarik hati para pengunjung adalah pasirnya yang halus dan putih serta ombaknya yang sangat cocok untuk berselancar.

Berbagai aktivitas bisa pengunjung lakukan di pantai ini seperti memancing, snorkelling, menyelam, menaiki perahu maupun berkuda sambil menunggu matahari terbenam.

Namun satu hal yang sangat disayangkan, yang dapat mengunjungi pantai ini hanyalah Tamu Hotel Resort Nihiwatu, resort yang ada di pantai ini. Tarif menginap di resort inipun terbilang cukup mahal bagi wisatawan Indonesia sehingga memang lebih banyak wisatawan asing yang datang daripada wisatawan lokal.

Ya, Tarif menginap di resort Nihiwatu ini berkisar dari puluhan  hingga ratusan juta per malamnya. Tentu dengan harga tersebut pengunjung tentu akan mendapatkan beragam fasilitas super lengkap bahkan mewah ditambah lagi dengan nikmatnya panorama pantai nihiwatu.

Untuk Mengunjungi Resort atau pantai Nihiwatu ini bisa menggunakan penerbangan menuju Bandara Tambolaka kemudian dilanjutkan dengan menggunakan mobil.

4.  Wae Rebo, Manggarai

keindahan alam Nusa Tenggara Timur

Keindahan alam Nusa Tenggara Timur juga bisa dilihat dan dirasakan ketika mengunjungi desa Wae Rebo yang ada di Flores ini. Di Desa yang berada di ketinggian 1200 meter diatas permukaan laut ini banyak dikatakan sebagai desa tradisional terindah di Indonesia.

Pemandangan alam pegunungan ditambah dengan 7 rumah adat unik berbentuk kerucut inilah yang menjadi ciri khas keindahan desa Wae Rebo. 7 rumah adat yang disebut Mbaru Niang ini telah bertahan selama hampir 20 generasi.

Mbaru niang ini terbuat dari kayu dan atap dari ilalang yang disususun sedemikian rupa hingga membentuk kerucut. Ketujuh rumah adat atau Mbaru niang ini berkumpul di sebuah lapangan luas dengan pemandangan bukit-bukit yang cantik.

Rumah adat Wae Rebo atau Mbaru Niang ini harus tetap berjumlah tujuh , tidak boleh ditambah maupun dikurangi. Masyarakat di sekitarpun tidak diperolehkan membangun rumah yang sama dengan Mbaru niang ini karena bergitulah peraturan adatnya.

Menurut masyarakat Wae Rebo, Mbaru Niang dibangun oleh leluhur mereka sebagai tanda penghormatan di tujuh arah gunung di wilayah kampung tersebut karena telah menjadi pelindung kemakmuran.

Selain pemandangan yang menakjubkan dari desa Wae Rebo ini, pengunjung juga akan disambut dengan keramahan para penduduknya. Pengunjungpun bisa menumpang untuk menginap di rumah adat milik  masyarakat sekitar karena di Waero tersebut tidak ada homestay atau penginapan khusus,

Untuk menuju ke desa Wae Rebo ini, pengunjung pertama-tama melakukan perjalanan menuju Ruteng, yang kemudian dilanjutkan ke Desa Denge. Selanjutnya Dari Desa Denge berjalan kaki sekitar 4 sampai 5 jam baru akhirnya tiba di desa Wae Rebo.

Selama perjalanan ini pengunjung juga harus berhati-hati karena jalurnya yang semakin menanjak dan juga jalurnya masih berupa tanah dan bebatuan.

Rumah adat Wae Rebo yang bernama Mbaru Niang ini mempunyai kapasitas untuk 6 keluarga. Namun ada 1 rumah adat utama yang disebut Niang Gedang bisa memuat hingga 8 keluarga. Jika ingin menginap di Wae Rebo  pengunjung dikenakan biaya sekitar 325.000 rupiah per malam.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top